Loading...

Toilet Masjid: Antara Fasilitas Ibadah dan Pengabaian Sunnah

berita Muh Haikal Al Faridzi 06 Jan 2026 44 Views

berita Muh Haikal Al Faridzi
06 Jan 2026 44 Views

Masjid sejatinya bukan hanya ruang shalat, tetapi pusat pembinaan adab, kebersihan, dan pengamalan sunnah Rasulullah SAW. Namun ironisnya, banyak masjid yang megah secara bangunan justru luput dalam hal yang tampak sederhana tetapi fundamental: toilet masjid. Mayoritas toilet masjid khususnya di Kota Makassar masih menggunakan model toilet berdiri, yang secara praktik bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW dalam adab buang hajat.

Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW mencontohkan buang hajat dengan duduk, bukan berdiri. Hal ini bukan semata soal posisi tubuh, tetapi berkaitan erat dengan penjagaan kebersihan (thaharah) dan kehati-hatian dari najis. Buang air kecil sambil berdiri memiliki risiko besar percikan najis mengenai pakaian atau tubuh, yang dapat menggugurkan keabsahan shalat. Padahal, masjid adalah tempat yang sangat menekankan kesucian lahir dan batin.

Lebih jauh, persoalan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman fiqh dan perencanaan fasilitas ibadah. Banyak pengurus masjid berfokus pada estetika bangunan utama, misalnya kubah, karpet, mimbar dan lain sebagainya, namun menganggap toilet sekadar pelengkap. Padahal, toilet adalah gerbang awal ibadah, tempat seseorang bersuci sebelum menghadap Allah. Kesalahan pada tahap ini berpotensi merusak seluruh rangkaian ibadah.

Alasan praktis seperti “lebih cepat”, “lebih modern”, atau “lebih mudah dibersihkan” sering dijadikan pembenaran penggunaan toilet berdiri. Namun pertanyaannya, apakah standar modernitas harus mengorbankan sunnah dan prinsip kebersihan syar’i? Islam tidak pernah anti-kemajuan, tetapi selalu menempatkan nilai adab dan maslahat sebagai fondasi utama.

Kami menulis ini bukan untuk menyalahkan, melainkan mengajak refleksi. Sudah saatnya masjid menjadi ruang edukasi sunnah secara menyeluruh, termasuk dalam desain fasilitasnya. Menyediakan toilet duduk, atau setidaknya memberi edukasi adab buang hajat yang benar, adalah bagian dari dakwah bil hal—dakwah melalui tindakan nyata.

Masjid yang ideal bukan hanya yang indah dilihat mata, tetapi yang mendidik jamaahnya untuk hidup sesuai sunnah Rasulullah SAW, bahkan dalam urusan yang sering dianggap sepele. Sebab dalam Islam, tidak ada perkara kecil jika ia berkaitan dengan ibadah dan kesucian diri.