Loading...

Jejak Perkaderan di Tengah Sunyi Pelajar

berita Muh Aswan 10 Nov 2025 50 Views

berita Muh Aswan
10 Nov 2025 50 Views

IPM.MAKASSAR.OR.ID Di ruang-ruang sederhana, di bawah cahaya redup lampu dan semangat yang tak pernah padam, perkaderan IPM tumbuh - bukan hanya sebagai kegiatan, tapi sebagai perjalanan jiwa.

Di sanalah pelajar belajar mengenali dirinya; bukan sekadar siapa dia hari ini, tapi untuk apa ia dilahirkan.

Dulu, perkaderan adalah tempat kita menanam cita dan menegakkan nalar.

Kita bicara tentang iman, ilmu, dan amal.

Kita menulis mimpi dengan tinta pengabdian, dan melangkah dengan keyakinan bahwa menjadi pelajar berarti menjadi cahaya bagi sesama.

Namun kini, pelajar hidup di dunia yang lain - di ruang maya yang penuh gema, di layar-layar yang menggantikan percakapan mata.

Pengetahuan tak lagi dicari, hanya digulirkan.

Persahabatan tak lagi dirasakan, hanya ditampilkan.

Banyak yang pandai berkata, tapi lupa berbuat.

Pandai membaca, tapi tak sempat memahami.

Maka di tengah arus itu, perkaderan IPM mesti hadir bukan sekadar mengulang teori,

tapi menghidupkan kembali nurani.

Mengajarkan bahwa menjadi pelajar bukan hanya tentang nilai rapor,

melainkan tentang bagaimana menyalakan akal dan hati agar tidak padam.

Kader sejati bukan mereka yang sibuk mengejar sorotan,

tapi mereka yang diam-diam berbuat kebaikan,

yang menulis perubahan tanpa berharap pujian,

yang tetap berdiri teguh meski dunia sibuk berlari.

Perkaderan adalah perjalanan pulang —

kembali pada makna belajar yang hakiki,

pada kesadaran bahwa tugas pelajar bukan hanya memahami dunia,

tapi memperbaikinya.