Loading...

Krisis Moral & Spiritual, Quo Vadis IPM?

opini Moh Reza Pahlevi 03 Jul 2025 127 Views

opini Moh Reza Pahlevi
03 Jul 2025 127 Views

IPM.MAKASSAR.OR.ID Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) lahir dengan visi besar: "Terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya." Namun, jika kita menengok realitas hari ini, arah pergerakan IPM tampaknya mulai menjauh dari tujuan awal didirikannya organisasi ini.

Krisis moral dan spiritual pelajar semakin tampak. Banyak kader IPM yang sibuk dengan kegiatan organisasi, tetapi melalaikan kewajiban utamanya sebagai pelajar muslim. Shalat masih sering ditunda bahkan ditinggalkan, adab kepada guru menurun, sebagian besar kader IPM masih banyak yang merokok, sementara media sosial menjadi pusat perhatian utama. Ironisnya, aktivitas IPM lebih banyak berfokus pada pelaksanaan program kerja formalitas tanpa menyentuh pembinaan ruhiyah dan moral yang menjadi esensi IPM itu sendiri.

Hari ini kita menyaksikan IPM bangga dengan berbagai seminar, pelatihan kepemimpinan, dan kegiatan seremonial yang menonjolkan nama organisasi. Namun, pertanyaan mendasar yang harus dijawab adalah: Apakah semua itu mendekatkan kader IPM pada tujuan terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam menegakkan ajaran Islam? Jika jawabannya belum, maka kita sedang menapaki jalan yang salah.

IPM seharusnya hadir sebagai pelopor kebangkitan moral dan spiritual pelajar. Kader IPM dituntut bukan hanya cerdas berorganisasi, tetapi juga memiliki keilmuan yang mendalam dan akhlak yang luhur. IPM didirikan untuk membentuk pelajar yang mampu menghidupkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka, bukan sekadar pelajar yang bangga memakai jas almamater dan sibuk dengan rapat tanpa makna.

Maka, sudah saatnya IPM melakukan muhasabah. Kegiatan mentoring spiritual, kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, pembiasaan membaca Al-Qur'an, serta pelatihan akhlak harus kembali menjadi prioritas utama. Tidak ada gunanya pelatihan kepemimpinan tanpa kepemimpinan diri. Tidak ada artinya seminar motivasi tanpa motivasi untuk taat kepada Allah. Semua program harus bertujuan untuk menegakkan nilai Islam dalam kehidupan pelajar.

IPM perlu kembali menegaskan identitasnya sebagai organisasi dakwah pelajar, bukan sekadar organisasi pelajar biasa. Tujuan IPM terlalu agung jika hanya diwujudkan dalam laporan kegiatan dan dokumentasi media sosial. Tujuan IPM adalah membentuk pelajar yang mampu menegakkan agama di tengah masyarakat. Inilah amanah besar yang harus dijaga.

Jika krisis moral dan spiritual ini tidak segera diatasi, maka IPM hanya akan melahirkan generasi organisatoris tanpa ruh Islam. Sudah saatnya kader IPM bangkit dan bertanya pada diri sendiri: “Apakah aku sudah berilmu? Apakah aku sudah berakhlak mulia? Apakah aku sudah terampil menegakkan nilai-nilai ajaran Islam?

Mari kembalikan IPM pada tujuan awalnya. Bukan hanya untuk eksistensi organisasi, tetapi untuk menyiapkan generasi pelajar Islam berkemajuan yang mampu mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Oleh:

Mohamed Syah Reza Pahlevi (Ketua Bidang ASBO PD IPM Kota Makassar)